Plin-plan itu HARUS !!!

2:12 PM Posted In Edit This 4 Comments »
Berangkat dari sebuah ketidak sengajaan, dan semuanya belum pernah aku rencanakan sebelumnya. Sebuah pamflet pengumuman yang aku baca di sebuah foto yang di tag oleh informatika (sebuah buletin informasi mahasiswa kairo). "Pelatihan menulis & jurnalistik", sebuah pelatihan yang di buka umum untuk semua mahasiswa-mahasisiwi Indonesia Kairo.

Sekilas aku baca pengumuman itu, namun tak ku hiraukan. Karena memang aku tak tertarik sama sekali untuk terjun ke dalam dunia jurnal.
Selama ini dini terkenal dengan orang yang pinter ngomong, namun di lain sisi dini perihatin dengan kondisi dini yang seperti ini. Julukan si mulut besar menghantui pikiranku, karena dini hanya bisa ngomong namun tak sanggup menguraikannya dalam sebuah tulisan.

Sehingga ia akan berlalu dengan cepat, tanpa ada yang mengabadikannya. Sebuah bidikan foto, sudah cukup bagiku untuk menjadikannya dokumentasi saksi perjalanan hidup. Lambat laun terlintas di pikiran untuk mencoba mendokumentasikannya ke dalam sebuah cerita. Yang tak akan hilang di telan zaman.

Di saat mata masih sayup-sayup, tangan masih maraba-raba, dan arwah belum sepenuhnya kembali. Tidurku terusik dengan sebuah deringan telpon genggamku. Aku mulai mencari pusat suara itu, ternyata suara itu berasal dari bawah bantal tidurku. Sebuah telpon masuk dari seorang pimred Informatika (Sayyid Zuhdi). Dia mencoba memastikan akan ke ikut sertaan mengikuti training kepenulisan ini. Mungkin dia ragu degan diriku, karena sebelumnya aku hanya iseng memberikan comment ikuttttt........!!!

Akhirnya tanpa pikir panjang aku berusaha mengiyakan tawaran itu. Siapa yang tidak mau dengan gratisan. Dapat ilmu, makan, gratis pula .... hihihih :D
Training hari pertama aku lalui dengan penuh khidmat, aku sadar akan kekuranganku menulis. Disitu aku mencoba menghipnotis dan memutar paradigma pikiran peserta, akan ke pasifanku dalam segala hal, termasuk dunia tulis-menulis. Sebuah tantangan baru bagiku, mengubah seuah paradigma yang salah, dan membuat nya melesat.

Aku mencoba menjadi pendengar yang baik, tatkala pemateri menjelaskan. Tibalah saatnya, moderator membuka termin pertanyaan. Disitu aku mencoba menjadi seorang peserta yang baik dan interaktif. Pertanyaan demi pertanyaan tlah aku lontarkan, sebuah penjelasan pemateri yang membuatku sedikit terdorong. Sebuah pertanyaan sederhana "Bagaimana membentengi diri di saat insprasi tak kunjung datang". Jawaban yang sedikit membuatku terkesima.

Ketika pikiran kita buntu, maka tulislah !!! Dan hanya satu solusinya ya tulislah semua yang ada di pikiranmu!!!. Sebuah penuturan mbak Desi hanara yang menghipnotis semua peserta. Dan dirikulah salah satu dari peserta tercepat menulis sebuah hard news. Aku ingin mengukir prestasi sebanyak-banyaknya yang akan selalu membakar semangatku untuk terus berkarya.
Satu demi satu pelatihan kepenulisan tlah aku lalui, dari materi kolom, esai, feature, wartawan, dll .

Semunya tlh berhasil aku lalui dengan khidmat. Dan kini tibalah di penghujung akhir yaitu materi yang sedikit ringan dan akan memberikan pencerahan bagi para calon-calon penulis hebat. Materi kali ini tentang sebuah motivasi menulis yang diisi oleh seorang motivator bernama "Miftahur Rahman El-Banjary" yang sudah merasakan akan pahit dan manisnya dunia menulis. Sebuah setruman dahsyat yang yang membakar semangat kita, seakan energi baru hadir yang mulai menggerakkan mesin jiwa yang mati.

Keinginanku untuk menulis yang hampir tenggelam kini tlah terselamatkan, hanya dengan setetes tinta dapat merubah dunia. Hasrat yang hampir terkubur bersama kemalasan, kini tlah bangkit dan akan memulai awal perjalannya. Sedikit -demi sedikit aku mulai mengerti akan bakat yang aku punya. Sebuah bakat terpendam yang belum pernah aku asah, dan hampir menjadi tumpul. Kini aku mulai menajamkannya dengan mengasahnya setiap hari.

Dan ku mulai mengawali perjalananku mengarungi bahtera kepenulisan dengan sebuah blog yang di buatkan oleh sahabatku "Nita Andriani".
Sahabat selalu ada di mana kita membutuhkannya, dan nita lah seseorang yang mendorongku untuk mewujudkan bakatku. Banyak membaca adalah salah satu faktor memperluas pengetahuan kita serta pembendaharaan kat kita. Pemilihan diksi yang tepat juga salah satu pemicu tulisan menjadi lebih renyah dan nikmat.

Maksud dari kata "Plin-Plan" disini adalah keraguanku untuk berani terjun ke dalam dunia tulis-menulis. Tidak adanya faktor yang mendukung, serta keinginan kuat dari dalam diri membuat diri ini enggan menulis. Seketika kemalasan itu menjelma menjadi sebuah keharusan bagiku untuk berani terjun di dalamnya. Di situlah aku mulai menemukan energi positif dalam diri. Di saat plin-plan menjadikan keharusan untuk memilih jalan lain, serta di saat plin-plan mulai menanamkan energi positif dalam diri.

Namun banyak dari segi plin-plan yang tidak pantas kita pelihara. Dimana plin-plan mengeluarkan engergi negatif, plin-plan disini yang harus kita buang jauh-jauh dalam diri. Seperti plin-plan dalam mengambil keputusan orang banyak, keputusan dalam sebuah perkumpulan. Seorang pemimpin yang plin-plan bukan pemimpin yang tegas. Karena keputusan yang melibatkan banyak orang, sangatlah sensitif.

Menulis bagiku seperti makanan sehari-hari, makanan yang akan memberikan kekuatan tersendiri. Aku akan mengawalinya mulai saat ini !!! Awal identitas baruku yang akan mengubah dunia. Mari kita genggam dunia dengan pena . Menulislah karena itu adalah panggilan jiwa. Hidup menulis !!!
Salam penulis ....:)

4 comments:

Live Universiity said...

asss. Dini, aku mungkin senior kamu di Al-Azhar dan mungkin di Informatika, menarik juga tulisanmu, terslah berkarya.Selamat ya....

muhammadbagusjazuli.blogspot.com said...

aku salut dengan kisah mu......, semoga allah memberikan kesuksesan buat masa depanmu...amin....

from me....,

muh. bagus jazuli
tinggal i pp nurul ummah kotagede ygyakarta.

Yulia ningsih said...

Bagus ustadzah.....:)

Gadis Perantauan said...

thnks for all ...suxes for us ...